safetyridingwahanahonda. Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Januari 2015

Kisah Polisi Menilang Sahabat Karibnya

Posted By: Unknown - 19.16
Dari kejauhan, lampu lalu-lintas di perempatan itu masih menyala hijau. Jono segera menekan pedal gas kendaraannya. Ia tak mau terlambat. Apalagi ia tahu perempatan di situ cukup padat, sehingga lampu merah biasanya menyala cukup lama. Kebetulan jalan di depannya agak lengang. Lampu berganti kuning. Hati Jono berdebar berharap semoga ia bisa melewatinya segera. Tiga meter menjelang garis jalan, lampu merah menyala.Jono bimbang, haruskah ia berhenti atau terus saja. “Ah, aku tak punya kesempatan untuk menginjak rem mendadak,” pikirnya sambil terus melaju.
Prit!
Di seberang jalan seorang polisi melambaikan tangan memintanya berhenti. Jono menepikan kendaraan agak menjauh sambil mengumpat dalam hati. Dari kaca spion ia melihat siapa polisi itu. Wajahnya tak terlalu asing.
Hey, itu khan Bobi, teman mainnya semasa SMA dulu.
Hati Jono agak lega.
Ia melompat keluar sambil membuka kedua lengannya.
“Hai, Bob. Senang sekali ketemu kamu lagi!”
“Hai, Jon.” Tanpa senyum.
“Duh, sepertinya saya kena tilang nih? Saya memang agak buru-buru.
Istri saya sedang menunggu di rumah.”
“Oh ya?”
Tampaknya Bobi agak ragu. Nah, bagus kalau begitu.
“Bob, hari ini istriku ulang tahun. Ia dan anak-anak sudah menyiapkan segala sesuatunya. Tentu aku tidak boleh terlambat, dong.”
“Saya mengerti. Tapi, sebenarnya kami sering memperhatikanmu melintasi lampu merah di persimpangan ini.”
Oooo, sepertinya tidak sesuai dengan harapan. Jono harus ganti strategi.
“Jadi, kamu hendak menilangku? Sungguh, tadi aku tidak melewati lampu merah. Sewaktu aku lewat lampu kuning masih menyala.”
Aha, terkadang berdusta sedikit bisa memperlancar keadaan.
“Ayo dong Jon. Kami melihatnya dengan jelas. Tolong keluarkan SIM-mu.”
Dengan ketus Jono menyerahkan SIM, lalu masuk ke dalam kendaraan dan menutup kaca jendelanya. Sementara Bobi menulis sesuatu di buku tilangnya. Beberapa saat kemudian Bobi mengetuk kaca jendela. Jono memandangi wajah Bobi dengan penuh kecewa.Dibukanya kaca jendela itu sedikit.
Ah, lima centi sudah cukup untuk memasukkan surat tilang. Tanpa berkata-kata Bobi kembali ke posnya. Jono mengambil surat tilang yang diselipkan Bobi di sela-sela kaca jendela. Tapi, hei apa ini. Ternyata SIMnya dikembalikan bersama sebuah nota. Kenapa ia tidak menilangku. Lalu nota ini apa? Semacam guyonan atau apa? Buru-buru Jono membuka dan membaca nota yang berisi tulisan tangan Bobi.
“Halo Jono, Tahukah kamu Jon, aku dulu mempunyai seorang anak perempuan. Sayang, ia sudah meninggal tertabrak pengemudi yang ngebut menerobos lampu merah. Pengemudi itu dihukum penjara selama 3 bulan. Begitu bebas, ia bisa bertemu dan memeluk ketiga anaknya lagi. Sedangkan anak kami satu-satunya sudah tiada. Kami masih terus berusaha dan berharap agar Tuhan berkenan mengkaruniai seorang anak agar dapat kami peluk. Ribuan kali kami mencoba memaafkan pengemudi itu. Betapa sulitnya. Begitu juga kali ini. Maafkan aku Jon. Doakan agar permohonan kami terkabulkan. Berhati-hatilah. (Salam, Bobi)”.
Jono terhenyak. Ia segera keluar dari kendaraan mencari Bobi. Namun, Bobi sudah meninggalkan pos jaganya entah ke mana. Sepanjang jalan pulang ia mengemudi perlahan dengan hati tak menentu sambil berharap kesalahannya dimaafkan… ….
Tak selamanya pengertian kita harus sama dengan pengertian orang lain. Bisa jadi suka kita tak lebih dari duka rekan kita. Hidup ini sangat berharga, jalanilah dengan penuh hati-hati.
(source: kaskus)

Bunuh Diri atau Takdir

Posted By: Unknown - 06.57
Banyak kecelakaan yang terjadi disekitar kita, namun tak sedikit pula kecelakaan itu diakibatkan oleh kelalaian dari pengendaranya, dan banyak juga diantara kita yang menganggap bahwa semua kecelakaan adalah Takdir yang sudah digariskan. Kali ini kita akan bahas perbedaan antara Takdir dan Bunuh diri, para pengendara khususnya sepeda motor seringkali melakukan percobaan bunuh diri saat di jalan raya, namun mereka tidak menyadarinya.
Takdir adalah ketentuan suatu peristiwa yang terjadi di alam raya ini yang meliputi semua sisi kejadiannya baik itu mengenai kadar atau ukurannya, tempatnya maupun waktunya. Dengan demikian segala sesuatu yang terjadi tentu ada takdirnya, termasuk manusia sementara Bunuh diri adalah sebuah tindakan sengaja yang menyebabkan kematian diri sendiri.
Kita lihat di jalan raya banyak pengendara sepeda motor yang mencoba melakukan percobaan bunuh diri dengan melanggar rambu lalu lintas, tidak memakai helm dan tidak mengikuti aturan berkendara yang aman, salah satu contoh adalah ketika seorang pengendara sepeda motor berkendara tanpa menggunakan hel dan berjalan dengan kecepatan tinggi, tentu orang tersebut bisa dikatakan dengan mencoba bunuh diri karena dia sudah tahu bahwa mengendarai sepeda motor sangat beresiko terhadap kecelakaan, lalu disisi lain ada pengendara yang sudah memakai perlengkapan yang sangat aman dan berhati - hati, namun terjadi kecelakaan dan meninggal dunia maka ia meninggal karena takdir.
Sepeda motor adalah kendaraan yang paling tidak seimbang dibandingkan dengan kendaraan lain sebab keseimbangan sepeda motor dikendalikan oleh pengendaranya, dan apabila terjadi kecelakaan di jalan raya pengendara sepeda motor akan terjatuh dan tentunya tubuh si pengendara akan terkena benturan akibat kecelakaan tersebut, beda hal nya ketika mengendarai mobil, ketika terjadi kecelakaan misalnya tabrakan, pengendara mobil tersebut masih dapat terlindungi oleh rangka besi dari mobil tersebut.
Mulai sekarang marilah kita jangan mencoba bunuh diri dijalan raya karena tidaknada seorang pun manusia yang bisa menjamin akan keselamatan dirinya saat berkendara termasuk seorang profesional dan ahli dalam berkendara, jadilah pengendara yang taat pada aturan lalu lintas dan gunakanlah perlengkapan berkendara seaman mungkin saat kita mengendarai kendaraan khususnya sepeda motor. (ASA)

Copyright © 2013 Safety Riding Wahana™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.