safetyridingwahanahonda. Diberdayakan oleh Blogger.

Sabtu, 17 Januari 2015

Bunuh Diri atau Takdir

Posted By: Unknown - 06.57
Banyak kecelakaan yang terjadi disekitar kita, namun tak sedikit pula kecelakaan itu diakibatkan oleh kelalaian dari pengendaranya, dan banyak juga diantara kita yang menganggap bahwa semua kecelakaan adalah Takdir yang sudah digariskan. Kali ini kita akan bahas perbedaan antara Takdir dan Bunuh diri, para pengendara khususnya sepeda motor seringkali melakukan percobaan bunuh diri saat di jalan raya, namun mereka tidak menyadarinya.
Takdir adalah ketentuan suatu peristiwa yang terjadi di alam raya ini yang meliputi semua sisi kejadiannya baik itu mengenai kadar atau ukurannya, tempatnya maupun waktunya. Dengan demikian segala sesuatu yang terjadi tentu ada takdirnya, termasuk manusia sementara Bunuh diri adalah sebuah tindakan sengaja yang menyebabkan kematian diri sendiri.
Kita lihat di jalan raya banyak pengendara sepeda motor yang mencoba melakukan percobaan bunuh diri dengan melanggar rambu lalu lintas, tidak memakai helm dan tidak mengikuti aturan berkendara yang aman, salah satu contoh adalah ketika seorang pengendara sepeda motor berkendara tanpa menggunakan hel dan berjalan dengan kecepatan tinggi, tentu orang tersebut bisa dikatakan dengan mencoba bunuh diri karena dia sudah tahu bahwa mengendarai sepeda motor sangat beresiko terhadap kecelakaan, lalu disisi lain ada pengendara yang sudah memakai perlengkapan yang sangat aman dan berhati - hati, namun terjadi kecelakaan dan meninggal dunia maka ia meninggal karena takdir.
Sepeda motor adalah kendaraan yang paling tidak seimbang dibandingkan dengan kendaraan lain sebab keseimbangan sepeda motor dikendalikan oleh pengendaranya, dan apabila terjadi kecelakaan di jalan raya pengendara sepeda motor akan terjatuh dan tentunya tubuh si pengendara akan terkena benturan akibat kecelakaan tersebut, beda hal nya ketika mengendarai mobil, ketika terjadi kecelakaan misalnya tabrakan, pengendara mobil tersebut masih dapat terlindungi oleh rangka besi dari mobil tersebut.
Mulai sekarang marilah kita jangan mencoba bunuh diri dijalan raya karena tidaknada seorang pun manusia yang bisa menjamin akan keselamatan dirinya saat berkendara termasuk seorang profesional dan ahli dalam berkendara, jadilah pengendara yang taat pada aturan lalu lintas dan gunakanlah perlengkapan berkendara seaman mungkin saat kita mengendarai kendaraan khususnya sepeda motor. (ASA)

Jumat, 16 Januari 2015

SRP WMS Kerjasama dengan SATPAS SIM PMJ dalam pembuatan SIM Komunitas

Posted By: Unknown - 05.31
Minggu 21 Desember 2014 merupakan Aktifitas terakhir Team Safety Riding Wahana Makmur Sejati, kegiatan akhir tahun ini diisi dengan Pembuatan SIM Komunitas untuk Keluarga Besar Wahanaartha Group, sebanyak 250 orang mengikuti pembuatan SIM ini dengan antusias, karena selain lokasi yang memang berada di Safety Riding Center Wahana Makmur Sejati di Jatake Tangerang para peserta juga bisa bercengkrama dan silaturahmi dengan karyawan lainnya.
Pembuatan SIM Komunitas ini dikhususkan untuk SIM A dan SIM C, namun tidak semua peserta bisa lulus dalam pembuatan SIM dikarenakan selain melalui Ujian Teori peserta juga wajib melakukan Ujian Praktek dengan kendaraan yg sudah disiapkan pihak SATPAS SIM PMJ.
Selain kegiatan pembuatan SIM, team safety Riding yang dimotori oleh Bapak Tony Purnama selaku Head SRP juga mempunyai banyak agenda-agenda lain dalam mengkampanyekan Safety Riding di Wilayah Jakarta Tangerang, mulai dari Edukasi ke Taman Kanak-kanak sampai Universitas, selain itu juga ada pelatihan skill untuk Club dan Komunitas serta Perusahaan Swasta dan Instansi Pemerintah, "Sampai dengan akhir tahun ini sudah 15.000an orang yang telah diedukasi Safety Riding mulai dari TK sampai Masyarakat Umum, tentunya harapan kami akan banyak pelajar dan masyarakat yang paham akan keselamatan berlalu lintas" papar Bapak yang akrab dipanggil Bosston oleh anak buahnya ini.(ASA)

Kamis, 15 Januari 2015

Latih Keseimbangan di atas papan Narrow Plank

Posted By: Unknown - 23.20

Salah satu teknik berkendara adalah menjaga keseimbangan, ini bisa kita latih melalui papan keseimbangan atau Narrow Plank, teknik keseimbangan merupakan teknik dasar yang harus dikuasai oleh pengendara, karena jika kita bisa seimbang dalam mengendarai sepeda motor tentunya manuver apapun saat kita berkendara menjadi lebih mudah dilakukan.

Tehnik Berkendara Boncengan

Posted By: Unknown - 22.43

Pertumbuhan sepeda motor di Asia Tenggara khususnya di Indonesia terus bertambah seiring dengan kebutuhan akan moda transportasi yang efisien dan terjangkau. Dari tengah kota hingga sudut-sudut desa sepeda motor mudah ditemukan.
Beberapa alasan yang sering diutarakan adalah irit bahan bakar, bebas macet, sanggup membawa barang, membawa orang, dan harganya terjangkau.
Sehubungan dengan alasan penggunaan sepeda motor, kali ini kita akan membahas mengenai teknik berboncengan. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah :
  1. Sepeda motor didesain hanya untuk membawa 2 orang, yaitu pengendara dan pembonceng. Hal ini terkait dengan kekuatan struktur, ketersediaan dan kenyamanan tempat duduk serta keamanan pada saat mengendalikan motor dengan jumlah lebih dari 2 orang.
  2. Pembonceng mempunyai potensi resiko kecelakaan yang sama besar dengan pengemudi. Bahkan beberapa kasus pembonceng mengalami luka yang lebih serius bila dibandingkan dengan pengemudi. Sehingga pembonceng harus menggunakan riding gear secara standar sama seperti pengemudi.
  3. Pada saat berkendara dengan pembonceng, pengemudi harus dapat mengatur pergerakan titik berat keduanya agar seirama dengan pergerakan motor. Apabila tidak, maka keseimbangan motor akan terganggu khususnya pada saat menikung/miring. Untuk memudahkan pengemudi, pembonceng harus duduk menghadap kedepan searah dengan pengemudi dan berpegangan kepada pengemudi sehingga pergerakan pembonceng akan mengikuti pergerakan pengemudi.
  4. Posisi duduk pembonceng yang di belakang akan lebih dekat ke roda dan rantai, sehingga hindari menggunakan celana yang berumbai atau rok lebar sehingga berpotensi tersangkut kedalam roda atau rantai.

Tidak ada larangan untuk berkendara berboncengan selama sesuai dengan aturan lalu-lintas yang berlaku, tetapi pasti lebih sulit bila dibandingkan dengan berkendara sendirian. Pahami tekniknya untuk keamanan dan keselamatan kita bersama, ingat Pribadi Berkualitas Taat Aturan Lalu lintas. (ASA)

Menghadapi Hujan Saat Berkendara

Posted By: Unknown - 22.36


Di musim hujan seperti ini, ditambahkan lagi dengan beberapa daerah yang menjadi langganan banjir, tentunya bukan hal yang sulit untuk menemukan jalan rusak atau berlubang. Apalagi seperti kita tahu, sebagian besar jalan masih di lapisi aspal dan musuh terberat aspal adalah air, khususnya air yang tergenang. Hal ini dapat kita lihat ketika ta melintas di jalan yang tergenang air dan pada bagian bawah kendaraan kita terlihat titik hitam yang melekat erat. Titik hitam tersebut setelah diperiksa, tak lain dan tak bukan adalah aspal jalan.

Titik permasalahannya adalah lubang-lubang tersebut akan siap ‘menciderai’ bila kita terlena atau tidak tahu bagaimana menghadapinya.

Dari berbagai kasus yang saya lihat, mungkin kita semua juga tahu, kebanyakan orang cenderung untuk menghindari lubang tersebut daripada melewatinya. Dengan alas an tidak nyaman saat melewati lubang atau takut terjatuh karena melindas lubang tersebut.

Pada dasarnya pilihan tersebut benar, tetapi ada satu hal yang biasanya terlewati yaitu melihat situasi terlebih dahulu. Ketika dalam kondisi panic, daripada menerem terlalu dalam, lebih baik langsung menghindar. Padahal ada kendaraan lain yang melintas dari arah belakang atau berlawanan dan akhirnya tabrakan tidak dapat dihindarkan. Tentunya kita tidak menginginkan hal tersebut terjadi.

Tehnik ketika menghadapi lubang yang benar adalah :

1.    Kalau anda sudah paham dengan jalannya, ini yang paling baik, tentu saja dari kejauhan sudah mulai persiapan untuk berpindah jalur.
2.    Beri jarak pandang yang cukup bagi anda dengan kendaraan di depan, sehingga  kondisi jalan di depan lebih terlihat.
3.    Ketika melihat lubang segera perlambat kendaraan dengan menutup putaran gas dan kedua rem. Kemudian, bila memungkinkan tengok kaca spion untuk memastikan ada kendaraan yang akan melintas diarea yang akan anda gunakan untuk menghindar. Bila tidak memungkinkan, perlambat kendaraan sampai berhenti kemudian anda melihat kaca spion dan tunggu sampai situai aman kemudian menghindari lubang tersebut. Jangan berspekulasi, Berbahaya!
4.    Bila jarak pengereman terlalu pendek dan anda harus melewati lubang tersebut, tetap memperlambat kendaraan dan angkat pinggul anda, sedikit tekuk lutut dan siku tangan, dan genggam lebih kuat setang kemudi anda. Hali ini bertujuan agar anda tidak terlempar dari kendaraan. Kemudian berjalan lagi dengan tenang dan lebih waspada.

Hal ini berlaku juga bila sekiranya anda mengetahui pengendara di depan anda akan menghadapi lubang, cobalah untuk mengurangi kecepatan dan memberinya kesempatan untuk menghindar daripada pengendara tersebut menghindar pada saat kita sedang melintas di sebelahnya. Terlepas siapa yang benar dan yang salah,  , kita tetap saja terlibat dalam kecelakaan.

Demikian tehnik menghadapi lubang di jalan, tetap waspada dan bertindak aman untuk kenyamanan kita bersama

Jas Hujan Ponco NO SAFETY

Posted By: Unknown - 22.33

Ketika cuaca dalam keadaan hujan pengendara sepeda motor sangat membutuhkan jas hujan untuk menghindari basah saat berkendara, namun beberapa pengendara di jalan raya salah dalam memilih penggunaan jas hujan yang tepat, masih ada pengendara yang memakai jas hujan model ponco/jubah dengan alasan lebih mudah digunakan dan tidak ribet, padahal jas hujan model ponco sangat berbahaya apabila digunakan pada saat kita berkendara, bagian ujung jas hujan model ponco akan rentan masuk kedalam gear atau jari-jari bagian ban belakang, pada saat seperti ini leher pengendara akan tertarik kebelakang, dan mengakibatkan pengendara akan terjatuh. Ada beberapa contoh kecelakaan yang terjadi pada saat penggunaan jas hujan model ponco seperti diceritakan Pak Maryono, warga Rawajati, Jakarta Selatan beruntung saat itu dirinya sedang memacu sepeda motor nya dalam kecepatan rendah dan ada orang yang sigap menolong dirinya.

“Waktu itu saya pulang mengantarkan anak saya ke sekolah sekitar jam 6.30 pagi, saat kembali kerumah saya memperlambat motor saya dan berhenti di persimpangan samping Mall Kalibata. Namun betapa terkejutnya saya, saat saya merasa ada yang menarik jas hujan saya dari belakang dan spontan tarikan gas meninggi karena leher saya tertarik kebelakang dan langsung terjatuh,” jelas Maryono.

“Beruntung saya diselamatkan oleh pedagang es kelapa yang langsung memotong jas hujan saya. Anda bisa bayangkan, ditengah guyuran hujan deras leher anda tercekik hingga sulit bernafas dan wajah anda menempel di ban belakang karena jas hujan terlilit di jari-jari motor,” tambah ayah tiga anak ini.

Nasib baik masih berpihak pada Maryono yang saat itu laju motornya memang sedang tidak dalam kecepatan tinggi dan ada orang yang sigap menolong dirinya. Apa jadinya jika peristiwa ini terjadi di jalan yang sepi?

Semoga dengan kejadian diatas pengendara dapat memahami betapa pentingnya keselamatan bagi anda dan keluarga, Sangat disarankan untuk menggunakan Jas Hujan model terpisah antara celana dan baju, karena selain nyaman saat digunakan jas hujan model seperti ini sangat aman, mulailah menjadi pribadi yang cerdas dan berkualitas, dengan taat aturan lalu lintas dan menghormati sesama pengguna jalan. (ASA)

Senin, 11 Maret 2013

Nor is It at All Prudent for The Hunter to be Over

Posted By: Unknown - 00.35
Nor is it at all prudent for the hunter to be over curious touching the precise nature of the whale spout. It will not do for him to be peering into it, and putting his face in it. You cannot go with your pitcher to this fountain and fill it, and bring it away. For even when coming into slight contact with the outer, vapoury shreds of the jet, which will often happen, your skin will feverishly

Copyright © 2013 Safety Riding Wahana™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.